3 years ago, Posted by: awatku

Anak Berkebutuhan Khusus

Pentingnya pendidikan dalam kehidupan yang dapat diterapkan melalui lingkungan masyarakat. Dalam proses belajar sangat penting untuk dilakukan, dimana selama proses belajar dapat mengembangkan potensi dan kreativitas seorang anak. pendidikan tidak harus dilingkungan sekolah tetapi, juga di lingkungan keluarga. Hal ini berarti bahwa penempuhan pendidikan tidak hanya dilakukan oleh anak normal saja melainkan anak berkebutuhan khusus (semua anak memiliki hak untuk menempuh pendidikan).

Umumnya anak yang berkebutuhan khusus di pandang sebagai anak aneh, memiliki keterbatasan baik dari segi fisik, mental, dan emosional. Biasanya, Kehidupan anak berkebutuhan khusus memang sangat bergantung pada keluarganya. Hampir setiap kebutuhannya memerlukan bantuan dari keluarganya. Hal ini dapat menimbulkan keterbatasan keluarga pada sang anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Padahal para anak kebutuhan khusus memiliki keistimewaan tersendiri yang mungkin tidak dimiliki setiap anak pada umumnya. Mereka memiliki kelebihan yang belum tentu orang lain miliki. Seperti anak berkebutuhan khusus Tunawicara, anak penyandang tunawicara dalam melakukan komunikasi mereka mengunakan Bahasa isyarat juga mereka harus membiasakaan bagaimana menghadapi keadaan yang berbeda dengan anak pada umumnya.

 Dengan adanya pemberian layanan bimbingan dan konseling pada anak berkebutuhan khusus, membuat menjadi tidak tertekan. Hal ini dapat mencegah munculnya berbagai masalah yang menghambat perkembangan baik secara fisik, mental ataupun emosional terhadap anak berkebutuhan khusus. sehingga mereka mampu mengembangkan potensi masing-masing. Tidak jarang dari mereka yang berprestasi. Banyak karya yang dihasilkan dan di dapat dari hasil kerja keras mereka. Semua yang mereka dapatkan tentunya tidak dari diri sendiri. Melainkan, adanya peran orang tua dan keluarga terdekat. Peran keluarga atau orang terdekat sangat dibutuhkan ketika salah satu dari anggota keluarga yang menderita ganguan kesehatan atau keterbatasan fisik atau mental. Maka untuk itu anggota keluarga lain berperan sebagai pemberi asuh pada anak yang berkebutuhan khusus tersebut (friedman, 2010). Tak hanya itu, sistem pendidikan Nasional, sudah diatur dalam undang-undang no20 tahun 2003, menyatakan bahwa hak anak dalam memperoleh pendidikan penuh tanpa adanya diskriminasi termasuk anak berkebutuhan khusus.

Dalam penelitian, berjudul Caregiver Burden pada keluarga dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) Di SDLB labui banda Aceh dijelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus sangat bergantung pada keluarga yang berperan sebagai pengasuh atau Caregiver. sehingga, hal tersebut menimbulkan keterbatasan pada keluarga dalam melakukan aktivitis sehari-hari. Jenis penelitian ini dilakukan secara deskritif dengan pengambialan sampel berjumlah 66 orang. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa beban berat dengan fekuensi 51.5 %, beban subjektif keluarga 60.6% dan beban secara keseluruhan 59. 1%. Oleh karena itu, anak yang berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian dan kasih sayang agar mereka dapat mengebangkan potensi yang dimilikinya. Anak berkebutuhan khusus, bukan berarti tidak mampu melakukan hal-hal yang umumnya dilakukan oleh anak normal. Melainkan, mereka dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Sumber:

yusri dan fithria. Caregiver Burden pada keluarga dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) Di SDLB labui banda Aceh. Banda Aceh: Fak.Keperawatan Universitas Kuala. Banda Aceh.

Gainau Maryam.B, Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Bimbingan Konseling. Dosen Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Papua. Hal 14-25. Diakses pada tanggal 29 Desember 2017, Jam 17:26 WIB.


Post Views: 689


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved