3 years ago, Posted by: awatku

Bau Mulut, tuntaskan dengan tanaman Kemangi

Seseorang yang aktif beraktivitas tentu saja akan terganggu dengan bau mulut. Selain itu, bau mulut juga menghilangkan rasa percaya diri seseorang. Dimana bau mulut terjadi karena adanya bakteri anaerop gram negatif pada mulut yang menjadi penyebab terjadinya halitosis. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menurunkan halitosis penyebab bau mulut dengan dengan cara menyikat gigi, mengunyah permen karet dan menggunakan obat kumur berbahan sintetis maupun herbal yang biasanya membantu menyegatkan nafas rongga mulut (Yaegaki, 2000).

Dengan adanya kemajuan teknologi ternyata tidak dapat dengan mudah menghilangkan arti dari pengobatan tradisional. Apalagi ditambah dengan memuncaknya harga obat  dari kemajuan teknologi membuat obat herbal semakin diminati kalangan masyarakat. Salah satunya yaitu; tanaman kemangi. Tanaman kemangi sangat mudah dijumpai di wilayah tropis. Tanaman kemangi hidup diwilayah disemak-semak, tajuk membulat dan batangnya pokoknya tidak terlalu jelas, bercabang dengan ketinggian 0,3 sampai 0,5 (Maryati dkk, 2007). Tanaman kemangi unik, dengan bau yang khas membuat tanaman kemangi semakin naik daun dan disukai kalangan masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai bahan tambahan penyedap sayur, kemangi juga dapat di gunakan sebagai penghilang bau mulut. Untuk membuat larutan ekstra kemangi, caranya mudah cukup dengan mengambil daun kemangi, pastikan daun kemangi di cuci dengan bersih setelah di cuci dengan bersih lalu tumbuk hingga halus lalu tambahkan air secukupnya setelah penumbukan selesai sisikan air dengan ampas nya lalu gunakan air dari ekstra daun kemangi berkumur kurang lebih 15 menit lalu bilas sampai bersih.

Kandungan dari tanaman kemangi adalah minyak atsiri. Kadungan minyak atsiri dalam tumbuhan kemangi memiliki banyak antibakteri seperti; bakteri gram positif dan gram negatif, jamur dan kapang ( Yosephie dkk, 2013). Selain itu, Maryati (2007) menyatakan bahwa daun kemangi mengandung banyak minyak atsiri dan didalamnya memiliki aktivitas antibakteri terhadap staphyloococcusaureus dan escherichia coli dengan daya bunuh minimal 0,5 dan 0,25% v/v. Hal ini diperjelas oleh Thaweboon (2009) mengenai pengujian aktivitas antimikroba minyak atsirin kandungan dari saun kemangi terhadap bakteri patogen terhadap bau mulut. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan minyak atsiri pada dau kemangi memiliki aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutas, lactobacillus casel dan candda albicans. Ketiga dari bakteri tersebut memiliki nilai MIC 0,04% v/v dan masing-masing memiliki nilai MCC sebesar 0,08; 0,3; dan 0,08% v/v. Jadi, pada intinya berkumur dengan larutan ekstra daun kemangi dapat menurunkan kadar Volatile sumfur compounds (vscs) hal ini dikarenakan adanya kandungan pada dau kemangi yang bersifat antibakteri sehingga dapat menghambat perkembangan bakteri anaerop gram negatif yang menjadi penyebab terjadinya halitosis (bau mulut).

Sumber:

Muchtaridi. Penelitian Pengembangan Minyak Atsiri Sebagai Aroma Terapi dan Potensinya Sebagai Produk Persediaan J. Tek. Ind. Pert. Vol. 17 (3),80-88.

Yosephine, Ardiana Dwi., Wulanjati, Martha Purnami., Saifullah, Teuku Nanda., Astuti, puji. 2013. Formulasi Mouthwast Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Basilium 1) Serta Uji Antibakteri Dan Antibiofilm  Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans secara In Vitro. Trand. Med. J., May 2013 Vol. 18 (2),p 95-102.

Maryati, Fauziah Ratna Soriayya, Rahayu Triastuti. 2007. Uji Antibakteri Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Basilium 1.)Terhadap Staphyloococcusaureus Dan Escherichia Coli. Universitas Muhammadiyah Surakarta; Fakultas farmasi. Jurnal Penelitian dan Teknologi, Vol 8, no 1 ,2007:30-38.

 

 

 

 

 

 


Post Views: 559


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved