SIKIA Establishes 28 Task Forces for Prevention and Handling of Sexual Violence

2 min read

BERITA SIKIA – Kehadiran Satgas Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual Unair ke Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) membawa pengalaman sekaligus amanah pada kampus Unair Banyuwangi. Pasalnya dalam road show ke Banyuwangi, Satgas PPKS juga membentuk 28 anggota Satgas PPKS di SIKIA yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Satgas PPKS di SIKIA resmi ditetapkan oleh Dr. Mufasirin, drh., M.Si dan Prof. Dra. Myrtati Dyah Artaria MA, Ph.D pada Jumat (28/07/2023) di Ruang Sidang Kampus Giri.

Proses komunikasi tanpa mengintimidasi

28 Satgas PPKS SIKIA yang telah dilantik nantinya bekerja melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual kepada warga kampus. Oleh karena itu proses komunikasi yang baik diperlukan agar setiap informasi dapat tergali lengkap dan aman. Melihat dan mendengar korban secara keseluruhan, serta membuat keputusan penindakan yang adil untuk tersangka kekerasan seksual. Materi teknik berkomunikasi bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi peserta dalam menghadapi kasus kekerasan seksual dan berinteraksi dengan korban secara efektif.

Ralawan PPKS SIKIA juga melakukan praktik langsung bagaimana penanganan pengaduan. Pada sesi ini, relawan ada yang berperan sebagai satgas, pelapor, dan pelaku. Sesi Role Play relawan dilakukan untuk memperdalam pemahaman peserta. Sesi tanya jawab dan analisis role play dilakukan untuk memperdalam pemahaman peserta dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

Sebagai relawan, satgas juga dituntut lebih bersabar dalam menghadapi dan mendengarkan cerita korban. Setiap kasus memiliki latar belakang yang berbeda, begitu pula korban yang memiliki karakteristik dan trauma masing-masing yang berbeda. Komunikasi tidak hanya dilakukan dalam bentuk verbal saja melainkan dalam bentuk non verbal. Komunikasi non-verbal berupa pembacaan gestur tubuh, mimik wajah, gaya busana, tanda-tanda fisik, maupun simbol tersirat lainnya. Dalam praktik rekonstruksi, bahkan ada relawan yang sampai menangis berperan sebagai korban.

Keikutsertaan relawan ini diharapkan dapat memperkuat Universitas Airlangga Banyuwangi (SIKIA) dalam melawan kekerasan seksual dan menciptakan lingkungan kampus yang aman dan peduli terhadap hak-hak individu. Prof. Dra. Myrtati Dyah Artaria MA, Ph.D mengapresiasi semangat peserta dan berharap semangat ini terus berkobar di seluruh kampus, menjadikan lingkungan bebas dari kekerasan seksual.

Penulis: Oktario Dinansa Khoir

Editor: Jasmine Indah

source
https://unair.ac.id/

You May Also Like

More From Author